Pertemuan ke-3 19 maret 2008
Menurut Laurie ( dalam makalah seminar “Taman Rumah Tinggal Dalam Lingkungan Pemukiman Kota “, 1983)..., secara lengkap dapat diartikan taman adalah sebidang lahan berpagar yang digunakan unutk mendapat kesenangan, kegembiraan, kenyamanan.
Menurut Ir. Zein Rohcman ( dalam makalah seminar “ Mencari Bentuk taman Khas Indonesia “,1983)..., taman merupakan cengkrama dan senyawa antara aspirasi pesan dan peristiwa manusia dengan alam lingkungannya, yang memiliki aneka wajah, karakter dan kekuatan-kekuatannya.
Jadi, taman merupakan suatu tempat yang membuat seseorang dapat memahami atau melepaskan diri dari persoalan –persoalan dalam kehidupan, berfungsi sebagai penghubung manusia dengan alam lingkungannya, yang dikreaikan agar dapat meningkatkan serta memuaskan keinginan dan aspirasinya.
Menurut Elizabeth Kassler , dalam bukunya “ modern gardens and the landscape” (dalam buku pengantar kepada arsitektur pertamanan)..., Taman adalah pengejawantahan upaya manusia yang dipengaruhi manusia oleh aspek sosial, ekonomi, fisik dan teknis..
VEGETASI SEBAGAI PROSES
Vegatasi merupakan material lansekap yang hidup dan terus berkembang. Pertumbuhan tanaman akan mempengaruhi ukuran besar tanaman, bentuk tanaman, tekstur,dan warna selama masa pertumbuhannya. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas ruang terbuka akan terus berkembang dan berubah sesuai dengan pertumbuhan tanaman jadi dalam perancangan lansekap, tanaman sangat erat hubungannya dengan waktu dan perubahan karakteristik tanaman.
Secara dasar khususnya di iklim tropis, dikenal 2 macam tanaman ditinjau dari massa daunnya, yakni :
1. Tanaman yang menggugurkan daun (decidous plants)
2. Tanaman yang hijau sepanjang tahun (evergreen conifers)
Karakteristik tanaman terdiri dari :
1. Bentuk (tajuk,batang,cabang,ranting,dan daun).
2. Tekstur (batang dan daun).
3. Warna (batang,daun,dan bunga).
4. Fungsi tanaman.
5. Tinggi dan lebar tanaman.
Habitus tanaman terdiri dari :
1. Pola pertumbuhannya.
2. Sistem perakarannya.
3. Tempat tumbuhnya.
4. Pola pemeliharaannya
Pemilihan jenis tanaman tergantung pada :
- Fungsi tanaman, disesuaikan dengan tujuan perancangan.
- Peletakan tanaman, disesuaikan dengan tujuan dan fungsi tanaman.
Dalam perencanaan tapak, vegetasi dapat dikategorikan berdasarkan :
o Jenis pohon
Jenis pohon dikelompokkan menurut besar – kecilnya pertumbuhan, yaitu jenis pohon besar, pohon kecil, perdu atau semak, dan jenis penutup tanah (rumput).
o Bentuk dan struktur pohon, meliputi :
Ketinggian
Mengenai seberapa tinggi pohon atau semak apabila sudah dewasa.
Kelebarannya
Mahkota daun yang lebat dapat memberi keteduhan, sedangkan yang jarang, dapat memberi kesempatan angin menerobos di sela – selanya.
Bentuk percabangan
Meliputi struktur percabangan dan warna kulitnya. Misalnya, jenis filisum bagus untuk bentuk percabangannya, sedangkan pinang merah disukai karena warna kulit batangnya yang merah.
o Mahkota daun, bunga, dan buah
Meliputi seberapa besarnya bentuk, tekstur, serta warna mahkota daun
Secara ekonomis, apakah bunga atau buahnya berguna
o Ketahanan tanaman yang bergantung pada kondisi lingkungan yang menyangkut:
o Pemeliharaan
Pohon – pohon besar umumnya mudah dipelihara, sebaliknya jenis rumput membutuhkan usaha pemeliharaan yang intensif, demikian juga dengan tanaman merambat yang cepat tumbuh.
Tanaman mempunyai peran untuk menghilangkan ketegangan-ketegangan mental (stress) yang banyak diderita oleh penduduk kota. Tanaman dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, segar harum, menyenangkan, dan sebagainya. Penggolongan tanaman yang ditanam dalam penghijauan di dalam kota dapat dikelompokkan berdasarkan sifat hidupnya yaitu, pohon, perdu, semak dan penutup tanah (rerumputan). Selain itu, dapat juga digolongkan berdasarkan habitatnya atau umumnya ditanam, sebagai tanaman pelindung jalan, tanaman dibantaran kali, tanaman penutup tanah, dan sebagainya.
VEGETASI SEBAGAI DESIGN
Pohon atau perdu dapat berdiri sendiri sebagai elemen skluptural pada lansekap atau dapat digunakan sebagai enclosure, sebagai tirai penghalang pemandangan yang kurang baik, menciptakan privasi, menahan suara atau angin, memberi latar belakang suatu obyek atau memberi naungan yang teduh di musim panas. Rumput tidak hanya digunakan sebagai elemen permukaan, tetapi dapat juga digunakan sebagai penahan erosi serta memberi berbagai variasi warna dan tekstur. Dalam perencanaan tapak, tanaman dapat dikategorikan berdasarkan : jenis (besar kecilnya pohon, perdu / semak, rumput), fungsi ( fungsi ekologis pohon, fungsi fisik pohon, fungsi estetis pohon), bentuk dan struktur (tinggi dan lebar pohon), ketahanan (keadaan tanah, iklim, topografi, penyakit), warna batang, bunga serta buahnya ( berguna atau tidak).
Penyusunan tanaman didasarkan pada hubungan di antara tanaman tesebut, dalam hal ukuran, bentuk, tekstur, dan warnanya. Tanaman dapat disusun menjadi taman atau tempat bernaung, memberi tirai pemandangan, menahan angin atau memberi bayangan. Jenis tanaman penting digunakan sebagai elemen rancangan. Tanaman dapat membentuk ruang, memberi privasi, atau sebagai titik tangkap perhatian. Tanaman dapat memberi keteduhan, sebagai penahan angin, ataupun sebagai penutup tanag, menyaring atau memberi batas pemandangan, dan mempunyai pola bayangan yang menarik sepanjang siang hari.
Vegetasi dapat disusun menjadi :
a. Taman
b. Tempat bernaung
c. Memberi tirai pemandangan
Pemilihan jenis tanaman maupun cara pengaturan penanamannya harus mengikuti rencana penanaman yang disusun untuk memenuhi fungsi serta estetikanya. Apabila pola pengelompokan serta susunan jenis tanaman, ukuran, bentuk, tekstur, dan warnanya masing-masing telah diketahui dengan baik maka perencana dapat menyusun sendiri tata tanamnya berdasarkan satu atau beberapa sifat tanaman- tanaman tersebut.
Jenis vegetasi dapat juga dikelompokan dalam hubungannya dengan keadaan topografi atau kerena adanya struktur arsitektural atau dapat juga membentuk suatu transisi antara permukaan lahan dan bangunan. Batas antara lahan perkerasan dan vegetasi (pohon– pohon) yang sudah ada adalah 1,80m, namun hal ini masih dapat bervariasi bergantung pada besarnya pohon dan kondisi tapak.
Perletakan Pohon, Perdu, Semak, Ground cover dan rumput dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan, air dan menahan jatuhnya sinar ke daerah yang membutuhkan keteduhan.
Sebagai elemen peralihan
Untuk memperlembut garis-garis bangunan sebagaimana bahan-bahan tersebut memasuki bidang permukaan tanah dan untuk mengurangi perluasan yang terlihat dari daerah yang dperkeras yang luas. Bahan-bahan tersebut dapat menirai pemandangan buruk atau mengalihkan perhatian ke tempat lain.
a. Penguat karakter perancangan.
VEGETASI SEBAGAI ESTETIS
Aesthetic Value / Nilai Estetis.
Nilai estetika dari tanaman diperoleh dari perpaduan antara warna (daun,batang,bunga) bentuk fisik tanaman (batang,percabangan,dan tajuk), tekstur tanaman, skala tanaman dan komposisi tanaman. Nilai estetis tanaman dapat diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman yang sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis ataupun kombinasi antara tanaman dengan elemen landsekap lainnya.
Fungsi estetika ( Aestethic Values) :
a. Memberikan Nilai Estetika dan Meningkatkan Kualitas Lingkungan
(Austin, Richard L, Designing with Plant, 1982.)
Nilai estetika dari tanaman diperoleh dari perpaduan antara warna (daun, batang, bunga), bentuk fisik tanaman (batang, percabang, tajuk), tekstur tanaman, skala tanaman, dan komposisi tanaman. Nilai estetis dari tanaman dapat diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman yang sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis ataupun kombinasi antara tanaman dengan element lansekap lainnya. Dalam konteks lingkungan, kesan estetis itu menyebabkan nilai kualitasnya akan bertambah.
b. Warna
Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual tergantung pada refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut. . Efek psikologis yang ditimbulkan dari warna seperti telah diuraikan sebelumnya, yaitu warna cerah memberikan rasa senang, gembira serta hangat. Sedangkan warna lembut memberikan kesan tenang dan sejuk. Dan bila beberapa jenis tanaman dengan berbagai warna dipadukan dan dikomposisikan akan menimbulkan nilai estetis.
ELEMEN PENDUKUNG LANDSCAPE
Elemen Landscape dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu:
- Hard material / Elemen keras, perkerasan, bangunan dan sebagainya.
- Soft Material / Elemen lembut, tanaman.
Elemen pendukung landscape :
• Tempat duduk / kursi taman.
- Untuk istirahat sejenak.
- Tempat duduk dengan sesuatu untuk dipandang.
• Elemen – elemen alam :
Sifat air yang tenang di kolam apabila dikombinasikan dengan dengan pohon maka akan menghasilkan suasana yang tenang.
Kolam air / kolam air mancur
- Kolam sebagai sarana bermain anak-anak.
- Tepian kolam air mancur sebagai tempat duduk.
jangan lupa mengisi presensi di pengajaran.
Selasa, 2008 Maret 18
Selasa, 2008 Maret 11
Fungsi dan Peran Vegetasi dalam Lanskap
Pertemuan Kedua (12 Maret 2008)
Karena saat upload gambarnya pecah ada baiknya anda membaca di arsitektur lanskap yang lain
Perletakan Tanaman
Untuk perletakan tanaman harus disesuaikan dengan tujuan perencanaan tanpa melupakan fungsi tanaman yang dipilih. Pada tahap ini harus dipertimbangkan “ kesatuan dalam design ” (unity), antara lain :
1. Variasi / Variety.
2. Penekanan / Accent
3. Keseimbangan / Balance.
4. Kesederhanaan / Simplicity
5. Urutan / Sequences.
Vegetasi dapat disusun menjadi :
a. Taman
b. Tempat bernaung
c. Memberi tirai pemandangan
d. Menahan angin
e. Memberi bayangan
Pemilihan jenis tanaman maupun cara pengaturan penanamannya harus mengikuti rencana penanaman yang disusun untuk memenuhi fungsi serta estetikanya. Apabila pola pengelompokan serta susunan jenis tanaman, ukuran, bentuk, tekstur, dan warnanya masing-masing telah diketahui dengan baik maka perencana dapat menyusun sendiri tata tanamnya berdasarkan satu atau beberapa sifat tanaman- tanaman tersebut.
Fungsi Vegetasi :
1. Vegetasi untuk complimentory architecture.
Kumpulan pepohonan ini dapat memberikan sesuatu yang lebih indah dan lebih memberi arti yang lebih monumental bagi bangunan yang ada.
2. Vegetasi untuk soften line.
Kehadiran banyak jenis pohon dengan ukuran yang tidak sama akan memberikan kesan yang lebih lunak dan nyaman. Pola perumahan yang lurus akan terkesan lembut apabila di sekitarnya tedapat pohon.
3. Vegetasi untuk unity
Suatu kawasan pemukiman atau perumahan yang mempunyai pola terpencar-pencar dan menempati suatu areal yang luas akan terasa lebih menyatu apabila ditanami pohon. Beberapa pohon yang tingginya tidak sama akan dapat memberikan kesan sebagai pemersatu antar bangunan.
4. Vegetasi untuk creating shadow
Kadang-kadang suatu kawasan yang sangat luas memiliki jalan masuk yang panjang. Jalan masuk ini akan terkesan teduh apabila ditanami pohon-pohon yang bertajuk rapat.
VEGETASI SEBAGAI ESTETIS
Aesthetic Value / Nilai Estetis.
Nilai estetika dari tanaman diperoleh dari perpaduan antara warna (daun,batang,bunga) bentuk fisik tanaman (batang,percabangan,dan tajuk), tekstur tanaman, skala tanaman dan komposisi tanaman. Nilai estetis tanaman dapat diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman yang sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis ataupun kombinasi antara tanaman dengan elemen landsekap lainnya.
Fungsi estetika ( Aestethic Values) :
a. Memberikan Nilai Estetika dan Meningkatkan Kualitas Lingkungan
(Austin, Richard L, Designing with Plant, 1982.)
Nilai estetika dari tanaman diperoleh dari perpaduan antara warna (daun, batang, bunga), bentuk fisik tanaman (batang, percabang, tajuk), tekstur tanaman, skala tanaman, dan komposisi tanaman. Nilai estetis dari tanaman dapat diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman yang sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis ataupun kombinasi antara tanaman dengan element lansekap lainnya. Dalam konteks lingkungan, kesan estetis itu menyebabkan nilai kualitasnya akan bertambah.
b. Warna
Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual tergantung pada refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut. . Efek psikologis yang ditimbulkan dari warna seperti telah diuraikan sebelumnya, yaitu warna cerah memberikan rasa senang, gembira serta hangat. Sedangkan warna lembut memberikan kesan tenang dan sejuk. Dan bila beberapa jenis tanaman dengan berbagai warna dipadukan dan dikomposisikan akan menimbulkan nilai estetis.
c. Bentuk
Bentuk tanaman dapat digunakan untuk menunjukan bentuk 2 atau 3 dimensi, memberikan kesan dinamis, indah, sebagi aksen, kesan lebar/luas, dan sebagainya.
d. Tekstur
Tekstur suatu tanaman ditentukan oleh : cabang batang, ranting, daun, tunas dan jarak pandangterhadap tanaman tersebut.
e. Skala
Skala/proposi tanaman adalah perbandingan tanaman dengan tanaman lain atau perbandingan tanaman lain atau perbandingan tanaman dengan lingkungan sekitarnya.
Tanaman dapat menimbulkan pola bayangan pada dinding, lantai, dan sebagainya, yang akan berubah-ubah bentuknya yang dipengaruhi oleh angin dan waktu, hal ini akan menciptakan suatu pemandangan yang sangat menarik.
Tugas Arsitektur Lanskap
Membuat paper tentang taman rumah tinggal (Taman Mungil) yang terletak pada halaman rumah.
Paper ini dibuat berkelompok dengan jumlah maksimal 7 mahasiswa.
Isi dari paper ini terdiri dari :
Apa itu taman? Secara umum dan secara khusus, apa itu taman rumah tinggal???
Sebutkan dan jelaskan disertai dengan contoh desain (bias berupa foto2) tentang type atau gaya taman
(contoh : taman minimalis, taman mediterania, taman kering (jepang), taman air dan lainnya)
Tugas ini dikumpulkan paling lambat 20 Maret 2008.
Paper dibuat dengan huruf Arial 11, spasi 1 dalam word. Dikirim via email ke zukawi@gmail.com dengan subyek : Arsitektur Taman
(subyek harus benar karena email sudah di filter)
Apabila kurang jelas silahkan menghubungi via email atau call di 081 2281 7739 atau 70 585 369 atau dengan interaktif di Yahoo Masanger dengan ID YM : zukawi
jangan lupa mengisi presensi kuliah
Karena saat upload gambarnya pecah ada baiknya anda membaca di arsitektur lanskap yang lain
Perletakan Tanaman
Untuk perletakan tanaman harus disesuaikan dengan tujuan perencanaan tanpa melupakan fungsi tanaman yang dipilih. Pada tahap ini harus dipertimbangkan “ kesatuan dalam design ” (unity), antara lain :
1. Variasi / Variety.
2. Penekanan / Accent
3. Keseimbangan / Balance.
4. Kesederhanaan / Simplicity
5. Urutan / Sequences.
Vegetasi dapat disusun menjadi :
a. Taman
b. Tempat bernaung
c. Memberi tirai pemandangan
d. Menahan angin
e. Memberi bayangan
Pemilihan jenis tanaman maupun cara pengaturan penanamannya harus mengikuti rencana penanaman yang disusun untuk memenuhi fungsi serta estetikanya. Apabila pola pengelompokan serta susunan jenis tanaman, ukuran, bentuk, tekstur, dan warnanya masing-masing telah diketahui dengan baik maka perencana dapat menyusun sendiri tata tanamnya berdasarkan satu atau beberapa sifat tanaman- tanaman tersebut.
Fungsi Vegetasi :
1. Vegetasi untuk complimentory architecture.
Kumpulan pepohonan ini dapat memberikan sesuatu yang lebih indah dan lebih memberi arti yang lebih monumental bagi bangunan yang ada.
2. Vegetasi untuk soften line.
Kehadiran banyak jenis pohon dengan ukuran yang tidak sama akan memberikan kesan yang lebih lunak dan nyaman. Pola perumahan yang lurus akan terkesan lembut apabila di sekitarnya tedapat pohon.
3. Vegetasi untuk unity
Suatu kawasan pemukiman atau perumahan yang mempunyai pola terpencar-pencar dan menempati suatu areal yang luas akan terasa lebih menyatu apabila ditanami pohon. Beberapa pohon yang tingginya tidak sama akan dapat memberikan kesan sebagai pemersatu antar bangunan.
4. Vegetasi untuk creating shadow
Kadang-kadang suatu kawasan yang sangat luas memiliki jalan masuk yang panjang. Jalan masuk ini akan terkesan teduh apabila ditanami pohon-pohon yang bertajuk rapat.
VEGETASI SEBAGAI ESTETIS
Aesthetic Value / Nilai Estetis.
Nilai estetika dari tanaman diperoleh dari perpaduan antara warna (daun,batang,bunga) bentuk fisik tanaman (batang,percabangan,dan tajuk), tekstur tanaman, skala tanaman dan komposisi tanaman. Nilai estetis tanaman dapat diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman yang sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis ataupun kombinasi antara tanaman dengan elemen landsekap lainnya.
Fungsi estetika ( Aestethic Values) :
a. Memberikan Nilai Estetika dan Meningkatkan Kualitas Lingkungan
(Austin, Richard L, Designing with Plant, 1982.)
Nilai estetika dari tanaman diperoleh dari perpaduan antara warna (daun, batang, bunga), bentuk fisik tanaman (batang, percabang, tajuk), tekstur tanaman, skala tanaman, dan komposisi tanaman. Nilai estetis dari tanaman dapat diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman yang sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis ataupun kombinasi antara tanaman dengan element lansekap lainnya. Dalam konteks lingkungan, kesan estetis itu menyebabkan nilai kualitasnya akan bertambah.
b. Warna
Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual tergantung pada refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut. . Efek psikologis yang ditimbulkan dari warna seperti telah diuraikan sebelumnya, yaitu warna cerah memberikan rasa senang, gembira serta hangat. Sedangkan warna lembut memberikan kesan tenang dan sejuk. Dan bila beberapa jenis tanaman dengan berbagai warna dipadukan dan dikomposisikan akan menimbulkan nilai estetis.
c. Bentuk
Bentuk tanaman dapat digunakan untuk menunjukan bentuk 2 atau 3 dimensi, memberikan kesan dinamis, indah, sebagi aksen, kesan lebar/luas, dan sebagainya.
d. Tekstur
Tekstur suatu tanaman ditentukan oleh : cabang batang, ranting, daun, tunas dan jarak pandangterhadap tanaman tersebut.
e. Skala
Skala/proposi tanaman adalah perbandingan tanaman dengan tanaman lain atau perbandingan tanaman lain atau perbandingan tanaman dengan lingkungan sekitarnya.
Tanaman dapat menimbulkan pola bayangan pada dinding, lantai, dan sebagainya, yang akan berubah-ubah bentuknya yang dipengaruhi oleh angin dan waktu, hal ini akan menciptakan suatu pemandangan yang sangat menarik.
Tugas Arsitektur Lanskap
Membuat paper tentang taman rumah tinggal (Taman Mungil) yang terletak pada halaman rumah.
Paper ini dibuat berkelompok dengan jumlah maksimal 7 mahasiswa.
Isi dari paper ini terdiri dari :
Apa itu taman? Secara umum dan secara khusus, apa itu taman rumah tinggal???
Sebutkan dan jelaskan disertai dengan contoh desain (bias berupa foto2) tentang type atau gaya taman
(contoh : taman minimalis, taman mediterania, taman kering (jepang), taman air dan lainnya)
Tugas ini dikumpulkan paling lambat 20 Maret 2008.
Paper dibuat dengan huruf Arial 11, spasi 1 dalam word. Dikirim via email ke zukawi@gmail.com dengan subyek : Arsitektur Taman
(subyek harus benar karena email sudah di filter)
Apabila kurang jelas silahkan menghubungi via email atau call di 081 2281 7739 atau 70 585 369 atau dengan interaktif di Yahoo Masanger dengan ID YM : zukawi
jangan lupa mengisi presensi kuliah
Jumat, 2008 Maret 07
Arsitektur Lanskap
Ini merupakan materi kuliah untuk mahasiswa D3 Arsitektur UNDIP untuk Arsitektur Lanskap.
Semoga materi yang ada dapat bermanfaat bagi kita Semua. Amin
Semoga materi yang ada dapat bermanfaat bagi kita Semua. Amin
Langgan:
Entri (Atom)
